Tampilkan postingan dengan label little letter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label little letter. Tampilkan semua postingan

Dear Candle & Flame

     Ajaib! Dengan bentuk dan warnamu yang beragam serta sumbu yang terpasang di dalam, akanku bermain dengan kalian.

     Kalian membantu menerangi disaat lampu mati, saat malam, dan saat gelap menyerang. Tidak berbeda kalian dengan senter atau hal lainnya. Dengan kalian, bisa kuciptakan berbagai bayangan. Berkreasi dengan cahaya seadanya.

     Aku jadi ingat akan masa-masa yang pernah kulalui bersama kalian, wahai penyinar kecil.

     Entah kapan itu akan terulang kembali.


Nanda Dega

Dear Camera

     Ya, memang tidak selalu kugunakan engkau. Tidak selalu juga kau kumanfaatkan. Tapi aku kagum, juga kepada penciptamu yang kar'nanya telah membuatmu ada.

     Dengan sedikit pengaturan terhadapmu engkau dapat menghasilkan hal yang kuinginkan, biarpun dengan berbagai ukuran yang ada.

     T'rima kasih. Akhirnya, aku dapat menyimpan memori ini sehingga aku tidak mengatakan bahwa aku belum ada untuk mereka.


Untukmu yang tersayang,
Kamera.

Dear Nature

     Hei! Sedang apa? Sejukkah disana? Damaikah disana? Bagaimana sekitarmu?

     Kau itu benar-benar memesona. Indahnya kau, kau tahu? Sudah lama aku mengagumimu wahai penyejuk hati. Kau selalu membuatku ingin memelukmu, mendekatimu, istirahat denganmu. Kau itu memengaruhiku, kau tahu itu? Sihir apa yang kau gunakan wahai hal hebat? Menikmatimu, aku yakin akan bahagia.

     Kau benar-benar berprestasi, kawan.


Untukmu yang tersayang,
Alam.

Dear Friends

     T'rima kasih atas pengalaman-pengalamannya. Maaf atas semua kesalahan yang pernah kubuat.

     Menakjubkan untuk hal-hal yang pernah kulakukan dengan seorang seperti kalian. Perlahan berkenalan, semakin dekat, dan akhirnya berpisah. Dan kadang, perpisahan itu memiliki jangka waktu yang lama. Entah kapan hendak bersua. Entah kapan dapat berbagi kelakar dan tawa kembali. Hanya masa depan yang akhirnya mengendalikan fikiran. Aku pun begitu suatu saat.

     Tatkala bersua lagi, maukah berbincang sebentar?


Untukmu yang tersayang,
Teman-teman.

Dear Cloud

     Hei, bisakah kau kemari sebentar? Aku ingin membicarakan sesuatu padamu.

     Bisakah kau menjadi kendaraanku untuk hari ini saja. Aku ingin travelling. Menjelajahi bumi dari atas sana. Sudah lama aku menginginkannya. Aku begitu mengagumi alam, kau juga tentunya. Berkumpul dengan kalian di sana sambil memandangi seluruhnya, akan menjadi hal menarik tentunya.

     Kau akan membantuku, iya kan?


Untukmu yang tersayang,
Awan.

Dear Sky

     "Hei..!", teriakku dari teras rumahku. Dengarkah kau kalau pagi ini ada yang berteriak seperti itu? Perlukah aku mengulanginya lagi, sore ini?

     Sedari pagi hingga tempo ini melihat layar lapang itu. Kau, benar kau. Biar awan hitam itu muncul, kau tetap kuperhatikan, tahukah kau? Dari bergaya duduk sampai tidur pun tak ada habisnya. Huffthh.. kau ini.

     Ingin sekali aku berada padamu. Berharap dapat terbang sehingga akan kumanfaatkan kesempatan itu untuk bertemu engkau. Sembari melihat pemandangan di bawah, pasti asyik. Jangankan sayap, mungkin awan perlu berpartisipasi untuk ini. Layaknya transportasi yang dapat membawaku kemana saja tanpa harus berongkos.

Ya.. andaikan..


Untukmu yang tersayang,
Langit.

Dear House

     T'rima kasih atas jasamu yang telah melingkupiku. Melingkupiku dari dinginnya malam, panasnya hari, kebisingan masyarakat, jalangnya satwa, basahnya hujan, serta hal-hal membahayakan lainnya. Tapi, tidak apa-apakah kau?

     Aku berusaha semampuku untuk merawatmu. Maaf, jika aku kurang memerhatikanmu.

     Hanya ini yang bisa kusampaikan. Sekali lagi, kuucapkan t'rima kasih.


Untukmu yang tersayang,
Rumah.

Dear Sun

     Hai! Apa kabarmu? Bagaimana harimu? Kau menyilaukan sekali. Apa saja yang sudah kau temui? Banyakkah yang mengambil potretmu? Dan, bagaimana orang-orang di sana? Sudah berapa banyak yang kau sinari?

     Kau sungguh fantastis bagiku. Hal yang tak dapat dipandang terlalu lama, serta cahayamu yang menyengat raga. Banyak yang memanfaatkanmu, kau tahu itu? Banyaknya kegunaan yang ada padamu, kau tahu itu?

     Suatu hal yang kadang dari padamu membuatku kesal. Panasmu itu...

     Tapi, aku tahu kalau keberadaanmu itu tidak sia-sia.

     Cahaya panas oranyemu itu... bisa membuatku keluarkan tawa.


Untukmu yang tersayang,
Matahari.

Dear Moon

     Hai! Apa kabarmu? Bagaimana kau di waktu lalu? Kau lihat, siapa saja yang menatapmu? Bagaimana tumbuh-tumbuhan di sana? Dan bagaimana orang-orang di sana? Sudah berapa banyak orang yang mengambil potretmu? Bagaimana dengan bintang-bintang?

     Begitu banyak yang ingin kuketahui tentangmu. Kau keindahan malam bagiku, begitu juga rekan-rekanmu, bintang-bintang. Terkadang keindahanmu membuatku terpaku, hingga membuatku mengambil potret dirimu. Berharap sekali aku ada padamu, sambil menatap bintang-bintang, rekan-rekanmu itu. Di sana, sembari menatap angkasa luar yang sudah lama aku kagumi.

     Cahaya putihmu itu... membuatku tersenyum.

     Tidak pernahkah kau berfikir, betapa populernya kau?


Untukmu yang tersayang,
Bulan.

Dear Memories

     Bagaimana kabarmu? Masihkah kau disana? Kau tidak pergi, iya bukan?

     Kusimpan dan kurawat. Tidak ingin menyia-nyiakan dirimu. Tapi, hidupku terus berjalan. Banyak yang aku lalui. Hingga pada akhirnya, aku harus menanggung beban ini. Semakin banyak, semakin menumpuk layaknya arsip pemerintah.

     Biarpun begitu, tetaplah. Kita bisa saling bercakap-cakap mengenai hal-hal yang terlewati. Kau pun membantuku.

     Baik-baiklah disana. Suatu hari, kita kan saling bercerita kembali.



Untukmu yang tersayang,
Memori.

For Those Who Were Being Born

     Siapa kau? Siapa namamu? Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa kau berpakaian seperti itu? Tidak kedinginankah kau? Tidak kepanasankah kau?
     Kulihat kau baru. Warna-warna yang indah terpancar darimu. Betapa eloknya dirimu. Aku kagum kepadamu. Kufikir kau sebagai pelengkap di bumi. Pelengkap yang indah.
     Kau mewarnai bumi dengan segala perbedaanmu. Corak dan tanda yang ada pada ragamu, keunikan dari segala sesuatu. Perlunya kau dipelihara dan dijaga. Ciptaan yang luar biasa kupandang.
     Kuyakin orang-orang kan jatuh hati padamu. Biru, merah, kuning, hijau, dan semua jenis warna ada padamu. Berbagai bentuk, berbagai roman. Langit pun menyaksikan, matahari pun menonton, dan bulan memandangi. Tidak pernahkah kau berfikir, bahwa kau adalah ciptaan yang indah?



Untukmu yang terlahir