Dear Memories

     Bagaimana kabarmu? Masihkah kau disana? Kau tidak pergi, iya bukan?

     Kusimpan dan kurawat. Tidak ingin menyia-nyiakan dirimu. Tapi, hidupku terus berjalan. Banyak yang aku lalui. Hingga pada akhirnya, aku harus menanggung beban ini. Semakin banyak, semakin menumpuk layaknya arsip pemerintah.

     Biarpun begitu, tetaplah. Kita bisa saling bercakap-cakap mengenai hal-hal yang terlewati. Kau pun membantuku.

     Baik-baiklah disana. Suatu hari, kita kan saling bercerita kembali.



Untukmu yang tersayang,
Memori.

Lakukan Seperti Tiada Batas (2)

Aku pun berdiri pada bukit. Saat fajar tiba, siput pun bermunculan, bekerja untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Hasrat yang begitu besar, hingga hujan tak dapat menandinginya.

Aku tahu, kalau lagu itu benar-benar jujur. Lagu kasih kunyanyikan. Bunga-bunga pun ikut menyemarakkan. Nampak sebuah robot sedang berjalan mengarah padaku. Akankah ia tiba dihadapanku? Dan benar saja, ia pun mengunjungiku. Dengan pertanyaannya yang menghangatkan hati, mulai mendekati.

Permainan pun akhirnya selesai. Tidak ada dunia yang sempurna.

"Sayang! Sayang! Sayang! Semua akan baik-baik saja!", aksi teriakanku di tepi laut nan luas. Bahkan wanita sempurna pun tak dapat bertanding. Roda pun berputar dan terus berputar. Beginilah usaha masing-masing. Semua baik untukmu.

Bibit mimpi kutebarkan pada ladang nihil itu. Berharap akan mukjizat, kutatap layar lapang berwarna biru itu. Kalbu dan bayu pun mulai bergejolak. Hingga kuputuskan untuk duduk diam pada ladang berumput ini, sambil mengenang hal-hal yang pernah dilewati selama 49 hari belakangan ini. Senyum pun mulai menyertai. Sedih pun tak kalah eksisnya. Hingga bola kuning bercampur oranye itu mulai turun, pergi ke tempat yang seharusnya, mulai diri ini bangkit dan pergi meninggalkannya.

Tidak sama saat ia berada pada kampung halamannya.

Tibalah kemudian di dalam hutan yang lebat, paru-paru dunia itu. Berjalan untuk mencari jalan keluar, meraba-raba jalan. Hingga akhirnya kuikuti hewan itu, menuntunku untuk sampai tujuan. Tatkala sampai di sisi yang lain, berterima kasihlah kemudian pada Sang Pencipta. Kar'na tahu bahwa turut campur tangan.

Karnaval pun akhirnya dimulai. Tak mau ketinggalan programa tersebut, kuberdiri disampingnya tak jauh darinya. Dengan butiran-butiran dan potongan-potongan benda yang melayang, hingga jatuh padaku dan sekitarnya. Semua bersorak, menyemarakkan acara tersebut.

Bola putih pun mulai berpose. Dengan indahnya, menyinari malam. Tak perlu lagi untuk menyalakan api. "Apa yang akan terjadi jika masa depan tanpamu?", tanyaku.

Saat untukku libur, melepaskan lelah setelah berkeliling. Mendengar dongeng sambil membayangkannya, hingga akhirnya lelahku semakin memberatiku, membuatku tertidur pulas di dalam gelapnya ruang dengan sinar si bola putih itu.



Nanda Dega

Twilight

Senja..
Warna jerukmu yang menyengat,
melingkupiku, melingkupi sekitarku.

Tunggu apa lagi?
Hanya gelap selanjutnya.
Saat untuk beristirahat.

Ala menunggu,
dengan cara yang berbeda.
Peran pun digantikan,
dengan bola putih itu.

Kemarilah..
Kembali kita berkumpul seperti asasnya.
Mimpi dan cerita...
Mungkin kebahagiaan yang tak tertandingi.
Atau hal lainnya.

Kemana ronamu?
Kenapa kau mengumpat di dalam kegelapan?
Tidak kesepiankah kau?
Atau, kau justru ria?

Hanya sedikit yang eksis.
Ya, aku tahu itu.
Rahasia yang tersimpan,
hal yang ditutupi.

Hawa dingin yang terkadang mencekam,
hanya membuat diri terdiam.
Tanpa melakukan apa-apa,
selain menutup dada dengan kedua tangan.

Mengapa kau begitu mempengaruhiku?
Mengapa waktumu begitu singkat?
Mengapa.....


Begitulah reaksiku padamu.
Kagum, namun heran.
Sebenarnya, apa yang sedang kau lakukan?

Menatapmu dari jendela usang,
dengan ruangan tanpa lampu.
Duduk terdiam tanpa kata.
Hanya warnamu dan kegelapan.


Senja...
Bayangan...
Hembusan bayu..
Saatnya 'tukku kembali.





Nanda Dega

Lakukan Seperti Tiada Batas (1)

Kumulai hitung hari,
ukur diri,
dan kumulai menjelajah.

      Burung gagak di dalam hutan seperti menandakan sesuatu. Seperti kematian pada malam hari. Saatnya kulakukan petualangan, sebelum Sang Pengendali Waktu menghentikan waktu.

Kulihat oasis di tengah padang gurun,
serta api yang membara di dalamku.
"Api abadi"

      Kami adalah dunia baru. Berharap akan keabadian, namun kami tidak abadi. Belajar untuk memahami situasi kemudian beraksi. Telah kutetapkan sesuatu, bersumpah untuk tidak mengingkarinya.

Bersama melewati halangan,
saling bergandengan tangan.

      "Apa arti dari hidupku?", tanyaku. Merenung dan berfikir. Untuk masa depan kulakukan semua hal yang dapat membangunku, membuatku dapat berdiri kokoh di pulau yang damai dan lestari. Tatkala daku tak bisa menjadi diri sendiri, kulakukan kebiasaanku kemudian. Berhenti untuk mencontoh orang lain, berhenti menjadi pemanipulasi.

Hidupku terus berjalan,
di bawah rembulan ataupun sang surya.

      Aku tidak yakin kalau hari ini tidak ada apa-apa untukku. Terus kuberjalan hingga kudapat bukit yang cerah itu. Menenangkan diri dan menyejukkan kalbu, agar tidak salah daku dalam memutuskan. Tapi, kesakitan ini...

Inilah aku. Apa yang kutetapkan, inilah keputusanku...

      Berharap mempunyai sepasang sayap dan harapanku menjadi hal yang nyata. Pergi, mengelilingi, dan mendatangi. Eksis di segala tempat dan di setiap waktu.

Terbang kepada kebebasan...
 Berharap hari ini akan menjadi hari yang indah, esok pun, selamanya pun.

      Berjuang untuk menjadi petarung, biarpun berpeluang nian kecil. Aku pun mempunyai hal yang luar biasa yang mana orang lain juga mempunyainya. Aku bukan satu-satunya yang berbeda.

Tiada batasnya suatu hal.
Seperti 2 lingkaran yang saling mendekat.




Nanda Dega

All the Love in the World

(Don't wanna wake) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give all the love in the world

I'm not looking for someone to talk to
I've got my friends, I'm more than O.K.
I've got more than a girl could wish for
I live my dreams, but it's not all they say

Still I believe
(I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me

(Don't wanna wake) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give all the love in the world

I've often wondered if love's an illusion
Just to get you through the loneliest days
I can't criticize it, I had no hesitation
My imagination just stole me away

(Still) Still I believe
(I'm missing) I'm missing something real
I need someone who really sees me

(Don't wanna wake) Don't wanna wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
All I need is to know it's for sure
Then I'll give all the love in the world

Love's for a lifetime, not for a moment
So how could I throw it away
Yeah, I'm only human
And nights grow colder
With no-one to love me that way...
Yeah, I need someone who really sees me...
 
(Don't wanna wake) And I won't wake up alone anymore
Still believing you'll walk through my door
You'll reach for me and I'll know it's for sure
Then I'll give all the love in the world

(Don't wanna wake up alone anymore)
(Still believing you'll walk through my door)



Single
Album














The Corrs