Hey, Moon! you hear me? you know me?

Hai Bulan! Bagaimana kabarmu?
Aku sudah tak sabar kau bisa kupandang.
Sungguh memesona.

Bisakah kau mendengarku, wahai kau yang di atas sana?
Bisakah kau merespon, hei kau yang memiliki tubuh bulat nan putih?
Dapatkah cahayamu hanya melingkupiku?
Berfikir dan menginginkan akan apa yang terjadi.
Berfikir dan menginginkan akan semua yang gelap yang akan kulihat disekelilingku.

Pernah berfikir bahwa kau mengikutiku, mengejarku di saat aku lari.
Sambil melihat ke arahmu, membuktikan bahwa teoriku benar.

Apa yang terjadi di sini?
Aku dapatkan teori baru mengenai dirimu dan mengetahui bahwa teoriku yang terdahulu adalah salah.
Aku harap, teoriku benar nyatanya, bahwa kau mengejarku.
Kau ikut berlari sama seperti apa yang kulakukan.

Tidak lama, 7 hari yang lalu terdapat sesuatu yang berbeda.

Betapa anehnya kau yang sekonyong-konyong berukuran besar.
Kau lebih besar, tak bak biasanya.
Membuatku terpana kembali akan pesona yang kau pancarkan waktu itu.

Apa kau tahu, bahwa ada seseorang yang menuliskan surat kecil untukmu?
Kau menerimanya bukan?
Penasarankah kau, bulan?
Tidak ingin tahukah kau siapa yang menuliskannya?


Hei, Bulan!! Kau tahu siapa aku?


Nanda Dega

Tujuh Belas Agustus Tahun Empat.. Lima...

Ya.. Beginilah.
Beberapa hari sebelum menjelang hari Kemerdekaan Indonesia,
pastinya para penduduk atau warga melakukan aktivitas dengan memasang bendera khas Indonesia,
Merah Putih.

Seperti tidak sabar dengan apa yang akan datang,
melakukan sesuatu yang ada pada hari itu.
Merupakan salah satu kerinduan kebanyakan warga.

Mengingat hal apa saja yang gue dan yang lainnya lalui.
Mengadang rintangan di setiap perlombaan.
Melewati bersama, menyemarakkannya.
Merupakan salah satu bentuk perayaan Ulang Tahun Indonesia.

Seperti biasanya, setiap sekolah pasti akan mengajak penduduknya untuk ikuti rayakan ultah Indonesia.
Diingatkan melalui beberapa warganya, guru-guru, agar para murid dibimbing melakukan kegiatan tersebut.
Mengajak dia dan mereka untuk bernostalgia,
mengingat jasa-jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan kelangsungan Indonesia di saat itu.
Berfikir lagi akan apa yang telah kita semua dapatkan melalui mereka.

"Kemerdekaan"

Ya...
Seperti biasanya, kreasi di dalam Indonesia, baik yang dulu maupun sekarang,
akan muncul kembali ke permukaan.

Lomba balap karung, pertahanin pendirian kelereng agar tidak jatuh dari sendok,
lomba pencabutan koin dengan gigi di buah semangka yang dilumuri oli,
dan masih banyak bentuk perayaan Kemerdekaan Indonesia kita ini.

Salah satunya Upacara.
Hal umum yang dilakukan, tahap demi tahap, hanya saja lebih berbeda dari yang biasanya.
Komponen-komponen yang dulu, mungkin termasuk yang baru.
Kalian pasti mengetahui ini:
Mengheningkan cipta, menyanyikan lagu 17 Agustus 1945, baca proklamasi,
pidato yang isinya mengingatkan kita akan pahlawan-pahlawan RI terdahulu,
agar kita tidak lupa bahwa ada juga yang telah menyelamatkan Indonesia.
Walaupun memang kita belum merdeka sepenuhnya.
Masih banyak yang harus kita perangi.
Kemiskinan, korupsi, dan masih banyak penghambat-penghambat jalur kita menuju kemerdekaan lainnya.

Keliatan lebay sih ya.. tapi, emang gitu nyatanya.

Masih banyak yang memasang bendera Merah Putih hanya sebagai rutinitas,
tak memandang yang terkandung di dalamnya.

Berharap generasi selanjutnya paling baik.
Dan bisa ngantar Indonesia masuk ke "merdeka"
Bukan hanya generasi baru, tapi kita yang telah hidup bertahun-tahun,
hinggap di dalam Indonesia.
Menjadi teladan, untuk siapa pun itu.
Menjadi pengaruh untuk yang lain, pembawa positif.


SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA!!!
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 69!!!

tuut..tuuut...ttuuuuu...
Tujuh Belas Agustus Tahun Empat.. Lima... 
Itulah hari Kemerdekaan kita....
Hari Merdeka... Nusa dan Bangsa..
Hari Lahirnya Bangsa Indonesia..
Mee... rr.. de.. ka.
S'kali Merdeka tetap merdeka..
Selama hayat masih di kandung badan..
Kita tetap.. setia.. Tetap.. Setia..
Mempertahankan Indonesia..
Kita tetap.. setia.. Tetap.. setia..
Membela Negara... kita...


Sumber gif: www.desta17.blogspot.com/2012/01/animasi-bendera-indonesiagif.html



Nanda Dega

Apa Isi Surelmu?

Mengirim sesuatu tidak akan masalah menjadiku. Tahu hal apa yang diperlukan, tahu apa yang dibicarakan, serta mengetahui koneksinya. Apa yang dapat membuatmu senang, dan apa yang membuatmu bangga, aku tidak tahu.
 

Berpondasikan sesuatu yang membuatku lain dari yang lain.
Menambah pertanyaan pada yang lain.
Aku pun berhenti.

Tidak pernah terfikir olehku akan apa yang terjadi setelahnya.

Kata-kata sederhana kurangkai,
agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Bukan berarti mengganggu atau pun mengintai.
Sudah tugasku untuk menerjemahkan.

Lalu, apa selanjutnya?

Sesuatu tumbuh padaku.
Hal baru muncul dalam bio-ku.
Hal aneh juga bertamu kepadaku.

Dan hal baru apa yang telah kau manfaatkan?

Pernah berfikir akan apa yang terjadi setelahnya,
tapi aku tidak peduli biarpun telah kubahas sebelumnya.
Mengulas sesuatu yang membuatku ingin.
Apakah yang tengah kufikirkan?

Hanya menepi. Ego, tidak dengan yang lain.
Aku juga belum tahu apa isinya.
Yang aku ingin waktu itu adalah tahu.
Kenapa penasaran menghantuiku?
Sangsi, aku yakin dengannya. Kar'na, adakalanya aku membutuhkan itu.
Untukku, bertahan hidup.

"Satu hal yang bisa kulakukan untukmu."

Tidak pernahkah kau berfikir aku akan mengeluarkan kalimat terakhir itu padamu?

Kebutaanmu dalam memahami membuatku kuat, tapi sisi yang lain dilemahkan.

Mungkin tidak akan membicarakan hal-hal yang aneh.
Bahkan, belakangan ini aku telah berkomitmen pada ego,
walau memang, terkadang aku pun tercatat sebagai pelanggar.
Mungkin aku butuh beberapa bantuan di sini.

Mungkin para satwa bisa mengambil jalurnya masing-masing.
Dan mungkin para flora juga dapat berjalan di jalannya masing-masing.

Mengerti?



Nanda Dega

Did you get sceptic day? sanctions day?

Kejadian ini sih sebenarnya udah 2 hari yang lalu.
Tapi agak aneh juga diakhir-akhirnya.
Ga biasanya.


"emang ada apa, Dega...???"



Jadi tuh, 2 hari yang lalu adalah hari pertama gua masuk sekolah.
Setelah bermalas-malas ria di rumah dan di tempat-tempat terjangkau lainnya,
akhirnya waktu libur menunjukkan angka nol dan gua dipaksa untuk pergi berkunjung ke sekolah.

""Berkunjung??!""


oh ya..
Pas mau buka pagar rumah, gua ngeliat si bola putih lohh..
Pengen dipotret, tapi udah ga sempet.
eerrrr.. kesel gua gak abadikan momen itu.
errrgghhh...
eeerrrgghhhh...
eeeerrrggghhhhh...

Lanjut ajaa..!

Iya tuh.. mau buka pagar buat enyah ke sekolah.
Pas udah nyampe, seperti biasanya para penghuni kelas beradu cepat untuk mendapatkan tempat duduk yang mereka inginkan.
Dan disaat bel sekolah berbunyi pun, masih banyak penghuni yang tidak siap dengan apa yang mereka dapatkan.
Gua diem-diem aja di tempat gua.
Dan guru-guru pun datang silih berganti menyesuaikan apa yang telah mereka terima.

Dan disaat guru Matematika gua muncul,
gua pun dikejutkan dengan kalimat: "ya.. ibu, wali kelas kalian."

Ga kok, ga kaget-kaget amat.

Tapi itu ga akan pernah bikin gua kaget. Apalagi ragu-ragu.
Disaat pemilihan pengurus kelas,
disaat itulah gua mulai ragu-ragu.
Bagian ini merupakan bagian yang PALING gua BENCI diantara semua bagian di kelas.
Jantung gua selalu memukul-mukul dada gua,
seperti gua diperingatkan untuk menyelamatkan diri dari bahaya tersebut.
Dan memang benar adanya, itu adalah BAHAYA buat gua.

Alasan mengapa gua selalu skeptis,
alasan mengapa gua selalu sangsi disaat momen itu terjadi adalah kar'na gua takut kepilih.
Gua, yang memang dasarnya ga tertarik dengan semua hal yang berhubungan dengan pengurus kelas ini,
pasti selalu memasang wajah takut.
Ga pernah jarang juga buat ngumpet dari momen itu,
bahkan ga pernah jarang juga untuk kabur dari BAHAYA tersebut.
TAPI GAK PERNAH BISA!! AAAAAAA!!! *ceritanya lagi teriak*


Dan gua berpikiran untuk tidak mencolok dari semua penghuni yang ada disana.


Awal pemilihan adalah ketua kelas,
dan yang PALING MEMBANGGAKAN adalah GUA GAK KEPILIH.
yeeeeeee.....!!! *teriak di atas menara*
ya..,
saking senengnya gua, kar'na nama gua TIDAK tercantum pada wilayah ketua kelas.

Sempet ketawa riang juga,
gara-gara ada yang bikin ketawa.
Padahal janjinya ga mau mencolok.
Tapi waktu itu ketawanya gua kontrol kok.

Dan disaat sampai pada wilayah sekretaris,
salah satu penghuni menyebutkan "nama indah" gue dengan kerasnya. #tandapromosi
Dan disaat itu juga emosi gua mulai membara.

KENAPA GUA YANG DISEBUT?
KENAPA HARUS GUE..?
EH.. APAAN SIH!!
JANGAAANN...!!!

Dan gua sempet lega juga kar'na wali kelas gua menunjuk ke salah satu penghuni yang memang tahun lalu ia terpilih menjadi sekretaris.
Tapi, entah mengapa kebahagiaan gua hanya BERLANGSUNG BEBERAPA DETIK saja.
Si penghuni itu menyebutkan "nama indah" lagi sebagai tanda promosi.
Beralasan kar'na......

Dan si penghuni yang tidak setuju namanya terpampang nyata di wilayah sekretaris tersebut,
mulai membela dirinya agar ia tidak lagi diberatkan dengan jabatan tersebut.
Dan akhirnya...
Raut muka pun mulai berubah.
Yang tadinya seneng banget, jadi melankolis.
Mereka telah menang. #sedih

Dan disaat itu terjadi, gua mulai cari-cari alasan supaya gua bisa terlepas dari jabatan tersebut.
Agar gua bisa berani berkata di luar kelas.
Tapi..
entah mengapa ketakutan gua mereda.
ia mereda lebih cepat dari apa yang gua pikir.


Waktu terus berjalan, dan gua masih ga takut dengan jabatan yang pernah membuat gua pengen ngumpet itu.
Gua pernah berpikir begini, bahwa salah satu cita-cita gua adalah menjadi penulis.
Dan dari apa yang telah gua lihat dari seorang sekretaris, pengalaman-pengalaman tentang mereka,
yang mana berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis.
Gua memang ga suka dengan apa yang gua dapat itu,
tapi di satu sisi gua bersyukur dengan apa yang udah nimpa gua.
Gua ditugaskan dibidang tulis menulis.

Gua girang, robek-robek bantal, pesta teh.

Ya..
melalui sarana itu, gua meyakini kalau gua sedang dilatih untuk menjadi seorang penulis.
Gua gundah, gua terima, dan gua belajar.
Belajar untuk mengejar cita-cita gua.

T'rima kasih, Yang Maha Kuasa.



Nanda Dega

What's Up?

Lihat! Awan-awan berkumpul menenda wilayah ini.

Lihat! Angin sejuk berhembus lembut mengeringkan badan dari peluh.

Lihat! Roda-roda berotasi kar'na sebabnya.

Lihat! Audio & Visual bermunculan.

Lihat! Mereka kembali berkumpul.

Lihat! Musik mengalir memenuhi hasrat si pendengar.

Lihat! Kata-kata aneh terangkai indah.

Lihat! Pepohonan menari-nari lembut.

Lihat! Nyala lampu-lampu ada di tengah-tengah kegelapan.

Lihat! Kesepian menggembirakan seseorang.

Lihat! Ketenangan berkunjung di wilayahku.

Lihat! Bayangan ada di depan rumahku.

Lihat! Bintang-bintang menyejukkan si bocah.

Lihat! Film-film lama ditonton bersama.

Lihat! Patung kecil berpose umum.

Lihat! Pakaian-pakaian berayun-ayun pelan.

Dan Dengar! Hal baru telah bocah dapatkan.



Nanda Dega