Tampilkan postingan dengan label ga terduga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ga terduga. Tampilkan semua postingan

cepat lah, abang angkot.... aku sudah lelah



"tumben-tumbenan nih bocah."

haha.. iya.
mau cerita sedikit soal malem tadi.
ga jauh-jauh dari abang angkot dan partnernya, angkot.


Sore tadi saya untuk pertama kalinya menjalani KP atau Kuliah Pengganti untuk mata kuliah Advertising.
Jarang-jarang kuliah pulang malem. Gua memang agak bersemangat. *tadinya*


Awal masuk kampus biasa-biasa aja. Normal.
Kalau masih ada waktu, gua pergi ke perpustakaan kampus buat numpang baca novel.
Ngelanjutin baca yang kemaren. Judulnya Trio Detektif: Ayam Goreng Beracun.
Gua suka lupa soal lanjutin baca novel besoknya. Tunggu ada "waktu luang" dulu baru terlaksana.
Itu pun ga tau kapan.


NAH!
setelah itu gua buka tas dan mulai menggenggam novel beserta gadget.
Mumpung dapet Wi-Fi gratiss. :/
Awalnya gua cek LINE. Koversasi macam apa yang tengah menghiasi LINE gua saat itu.
Setelah semua, gua buka novel, cari halaman terakhir yang gua baca, habis itu baca.


Berlama-lama duduk dalam perpustakaan dengan tulisan-tulisan di novel yang harus dibaca, demi menghilangkan rasa penasaran akan kelanjutan cerita.
Akhirnya kelas pengganti akan dimulai.
Padahal saya hampir selesaikan membaca.


Gua beres-beres, cek barang-barang, lalu tuju ke kelas pengganti.
Jarak perpustakaan dengan kelas yang dipakai sore tadi cukup jauh.
Jadi, sempetin diri buat ngebolang.


Gua cari-cari, akhirnya ketemu jua.


Segera gua masuk kelas dan mendapati dosen Advertising telah tiba.
Untungnya ga telat-telat amat. *alesan!*


Untuk kesempatan tadi, gua diperlihatkan macam-macam iklan layanan masyarakat.
Begitu kreatif dan unik.
Tapi sayangnya ga sampai akhir pelajaran.
Setelah itu, kami dipersilahkan untuk istirahat.
Dan setelahnya, merevisi iklan yang sudah direvisi berkali-kali.
Tapi untungnya, revisi kali ini semakin sedikit.


*Mungkin sedang lelah*


Waktu terus berjalan, hingga kami sampai dipenghujung kelas pengganti.


Sesaat gua bingung mau ngapain habis itu.
Tapi akhirnya gua putuskan untuk pulang.


Perjalanan pun dimulai.


Untuk sampai ke rumah, gua harus naik-sambung angkot.
untuk angkot pertama, semua biasa-biasa saja. Masih normal.
Tapi keadaan berubah saat gua sambung angkot kedua.


Gua mulai ngantuk
Gua mulai curiga
Gua mulai bertarung dengan alam bawah sadar
Gua mulai berusaha lawan kantuk
Gua mulai...


argh! Kejadian lagi.
Mungkin memang dikarenakan 5L.
tapi.. ugh.


Saat gua sadar kalau gua mulai ngantuk, gua coba kedip-kedipin mata.
Gua coba membuka mata lebar-lebar.
Gua coba lawan.
Tapi hasilnya?


ya, ada hasilnya.
Hasilnya adalah gua buat seorang bapak yang habis pulang kerja, ga nyaman.
Perlawanan semakin sengit, tapi akhirnya gua kalah.
Awalnya tangan kiri gua melemas. Dia mendarat di punggung si bapak.
Tapi saat itu juga gua sadar dan gua tarik tangan gua.


Mata gua kembali tertutup. Tangan kiri gua kembali melemas.
Alhasil, dia kembali mendarat di punggung sang bapak.
Dan seketika itu juga gua kembali menarik tangan gua.


Mata gua kembali tertutup. Tapi kini yang melemas adalah badan gua.
Dan alhasil, kepala gua mendarat di punggung sang bapak. Beruntungnya gua langsung sadar.
Udah berapa kali entah gua mendarat di punggung si bapak.
Gua sedikit panik. Tapi akhirnya gua senderan dipojokan.
Gua pun masuk ke alam bawah sadar.


* * *
tik.. tok.. tik.. tok..
* * *


Gua bangun kemudian.
Setelah enak-enakan tidur dipojok angkot, gua cek sang bapak di samping gua.


Bangkunya kosong..


Tapi tenang aje. Beliau cuma pindah tempat. Jadi di seberang, beliau.
Bangun-bangun udah malu saya.
Malu hampir bikin anak orang jadi kasur tidur.


huffthh..


Setelah semua itu, gua pun bangkit.
Bangkit dari kantuk.
Dan untungnya, gua ga kebawa jauh sama abang angkot.
Untungnya malam tadi gua bangun jauh sebelum tempat gua biasa turun dari angkot kedua.


Terlebih lagi, gua bisa menjauh dari si bapak untuk waktu yang cuuukup lama. *semoga*.



PS: Pastikan diri anda tidak mengantuk sebelum memulai perjalanan, terutama bersama abang angkot dan rekan kerjanya, "angkot". Banyaklah berdoa dan bangunlah iman setinggi-tingginya, agar perjalanan anda nyaman dan aman sampai ke tujuan.


Salam,


Nanda Dega

_________________________________________________________________________________

Pemberitahuan
Saya berencana merilis album, hanya saja ini pos. Sebelumnya saya akan merilis single post yang beberapa di antaranya disertakan instrumental. Saya harap, para pembaca menikmati rilisan saya. Saya beri kebebasan bagi pembaca untuk memberi ide-ide seperti judul, tema, dan sebagainya, mengajukan pada saya sebagai tantangan. Para pembaca bisa melakukannya via Twitter, Facebook, E-mail, dan kontak lainnya. Terima kasih sudah berkunjung.

Salam hangat,


Nanda Dega

Did you get sceptic day? sanctions day?

Kejadian ini sih sebenarnya udah 2 hari yang lalu.
Tapi agak aneh juga diakhir-akhirnya.
Ga biasanya.


"emang ada apa, Dega...???"



Jadi tuh, 2 hari yang lalu adalah hari pertama gua masuk sekolah.
Setelah bermalas-malas ria di rumah dan di tempat-tempat terjangkau lainnya,
akhirnya waktu libur menunjukkan angka nol dan gua dipaksa untuk pergi berkunjung ke sekolah.

""Berkunjung??!""


oh ya..
Pas mau buka pagar rumah, gua ngeliat si bola putih lohh..
Pengen dipotret, tapi udah ga sempet.
eerrrr.. kesel gua gak abadikan momen itu.
errrgghhh...
eeerrrgghhhh...
eeeerrrggghhhhh...

Lanjut ajaa..!

Iya tuh.. mau buka pagar buat enyah ke sekolah.
Pas udah nyampe, seperti biasanya para penghuni kelas beradu cepat untuk mendapatkan tempat duduk yang mereka inginkan.
Dan disaat bel sekolah berbunyi pun, masih banyak penghuni yang tidak siap dengan apa yang mereka dapatkan.
Gua diem-diem aja di tempat gua.
Dan guru-guru pun datang silih berganti menyesuaikan apa yang telah mereka terima.

Dan disaat guru Matematika gua muncul,
gua pun dikejutkan dengan kalimat: "ya.. ibu, wali kelas kalian."

Ga kok, ga kaget-kaget amat.

Tapi itu ga akan pernah bikin gua kaget. Apalagi ragu-ragu.
Disaat pemilihan pengurus kelas,
disaat itulah gua mulai ragu-ragu.
Bagian ini merupakan bagian yang PALING gua BENCI diantara semua bagian di kelas.
Jantung gua selalu memukul-mukul dada gua,
seperti gua diperingatkan untuk menyelamatkan diri dari bahaya tersebut.
Dan memang benar adanya, itu adalah BAHAYA buat gua.

Alasan mengapa gua selalu skeptis,
alasan mengapa gua selalu sangsi disaat momen itu terjadi adalah kar'na gua takut kepilih.
Gua, yang memang dasarnya ga tertarik dengan semua hal yang berhubungan dengan pengurus kelas ini,
pasti selalu memasang wajah takut.
Ga pernah jarang juga buat ngumpet dari momen itu,
bahkan ga pernah jarang juga untuk kabur dari BAHAYA tersebut.
TAPI GAK PERNAH BISA!! AAAAAAA!!! *ceritanya lagi teriak*


Dan gua berpikiran untuk tidak mencolok dari semua penghuni yang ada disana.


Awal pemilihan adalah ketua kelas,
dan yang PALING MEMBANGGAKAN adalah GUA GAK KEPILIH.
yeeeeeee.....!!! *teriak di atas menara*
ya..,
saking senengnya gua, kar'na nama gua TIDAK tercantum pada wilayah ketua kelas.

Sempet ketawa riang juga,
gara-gara ada yang bikin ketawa.
Padahal janjinya ga mau mencolok.
Tapi waktu itu ketawanya gua kontrol kok.

Dan disaat sampai pada wilayah sekretaris,
salah satu penghuni menyebutkan "nama indah" gue dengan kerasnya. #tandapromosi
Dan disaat itu juga emosi gua mulai membara.

KENAPA GUA YANG DISEBUT?
KENAPA HARUS GUE..?
EH.. APAAN SIH!!
JANGAAANN...!!!

Dan gua sempet lega juga kar'na wali kelas gua menunjuk ke salah satu penghuni yang memang tahun lalu ia terpilih menjadi sekretaris.
Tapi, entah mengapa kebahagiaan gua hanya BERLANGSUNG BEBERAPA DETIK saja.
Si penghuni itu menyebutkan "nama indah" lagi sebagai tanda promosi.
Beralasan kar'na......

Dan si penghuni yang tidak setuju namanya terpampang nyata di wilayah sekretaris tersebut,
mulai membela dirinya agar ia tidak lagi diberatkan dengan jabatan tersebut.
Dan akhirnya...
Raut muka pun mulai berubah.
Yang tadinya seneng banget, jadi melankolis.
Mereka telah menang. #sedih

Dan disaat itu terjadi, gua mulai cari-cari alasan supaya gua bisa terlepas dari jabatan tersebut.
Agar gua bisa berani berkata di luar kelas.
Tapi..
entah mengapa ketakutan gua mereda.
ia mereda lebih cepat dari apa yang gua pikir.


Waktu terus berjalan, dan gua masih ga takut dengan jabatan yang pernah membuat gua pengen ngumpet itu.
Gua pernah berpikir begini, bahwa salah satu cita-cita gua adalah menjadi penulis.
Dan dari apa yang telah gua lihat dari seorang sekretaris, pengalaman-pengalaman tentang mereka,
yang mana berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis.
Gua memang ga suka dengan apa yang gua dapat itu,
tapi di satu sisi gua bersyukur dengan apa yang udah nimpa gua.
Gua ditugaskan dibidang tulis menulis.

Gua girang, robek-robek bantal, pesta teh.

Ya..
melalui sarana itu, gua meyakini kalau gua sedang dilatih untuk menjadi seorang penulis.
Gua gundah, gua terima, dan gua belajar.
Belajar untuk mengejar cita-cita gua.

T'rima kasih, Yang Maha Kuasa.



Nanda Dega